Translate

Jumat, 05 April 2013

Mengelola Gaji Dengan Cerdas

Wah, gaji saya sih, lima koma sekian. Maksudnya, sudah tanggal lima, langsung koma...'' Atau, ''Duh, gaji itu seperti siklus menstruasi ya. Datangnya sebulan sekali, tujuh hari sudah selesai.''

















Mungkin, Anda sering mendengar kalimat-kalimat ini. Reaksi Anda? Tertawa keras, tersenyum saja, atau berwajah kecut? Semuanya tergantung pada bagaimana Anda mengatur keuangan. Ketika tidak ada masalah dalam urusan finansial, tentu saja, Anda tidak perlu khawatir dengan kondisi keuangan Anda. Namun, kalau ternyata Anda juga cukup kalang kabut ketika harus menangani keuangan keluarga atau pribadi, ada baiknya ikuti tips berikut dari seorang perencana keuangan AS.
Berikut trik untuk menangani gaji atau penghasilan agar tidak keburu habis sebelum waktunya:

Waspadai pengeluaran dalam jumlah kecil
Pengeluaran dalam jumlah besar biasanya selalu kelihatan. Namun, lain halnya dengan pengeluaran kecil yang terasa. Bayangkan, bila dikumpulkan pengeluaran kecil seperti dana untuk gaya hidup, ngopi di kafe, atau nonton film ternyata bisa besar juga. Anda dapat mulai membenahi keuangan dengan mewaspadai pengeluaran kecil ini. Bila Anda memasukkan dana untuk makan malam di resto atau ngopi di kafe dalam tabungan, siap-siap saja terkejut. Ternyata, jumlahnya lumayan signifikan.

Singkirkan kesenangan yang tidak penting
Berlangganan televisi kabel, jadi anggota klub fitnes terkenal, atau ikut dalam klub golf bergengsi? Asyik memang. Pertanyaannya, apakah Anda sanggup membayar semua keanggotaan itu? Bila jawabannya tidak, siap-siap menghilangkan semuanya dalam daftar pengeluaran bulanan. Anda harus mengecek lagi seluruh pengeluaran agar sesuai dengan kantong.

Bayar lunas utang kartu kredit
Satu hal yang perlu diingat ketika memiliki kartu kredit. Dana di dalamnya bukanlah pemasukan untuk Anda. Punya kartu kredit adalah pengeluaran yang harus segera dibayarkan. Jadi, ketika menggunakan kartu kredit, kalau memungkinkan bayar lunas ketika tagihan datang. Maklum saja, bunga kartu kredit sangat mencekik. Anda boleh jadi akan terlilit utang seumur hidup bila tak pandai-pandai berstrategi menggunakan kartu kredit. Bila Anda memang sudah masuk dalam jeratannya, konsultasilah dengan pihak penerbit kartu kredit agar dapat bernegosiasi soal pembayaran.

Mulai berinvestasi
Beres mengatur pengeluaran plus berhasil 'menjinakkan' utang kartu kredit, inilah saatnya untuk mulai berinvestasi. Seperti yang diungkap Warren Buffet, investor dan pengusaha besar AS, investasi seperti diet. Mudah dipahami, tapi sulit dilakukan.

Untuk Anda yang mulai bisa menyisihkan gaji dalam jumlah tertentu atau katakanlah menyiapkan dana 'menganggur', mulai pikirkan untuk berinvestasi. Dengan begitu, uang yang akan bekerja untuk Anda, bukan Anda bekerja untuk uang. Jadilah, investor yang cerdas.
Selamat mengelola gaji...

4 Minuman ‘Pembunuh’ Sperma

Tidak berlebihan rasanya jika ada ungkapan “you are what you eat”, yang artinya, Anda adalah cerminan dari apa yang Anda makan dan minum. Bagi Anda yang sedang diet, ungkapan ini bisa menjadi panduan agar Anda tidak makan sembarangan saat berdiet.



















Tak hanya berlaku bagi Anda yang sedang berdiet, ungkapan ini juga berlaku dalam kehidupan seksual. Kesehatan seksual, baik laki-laki dan perempuan, sejatinya dipengaruhi oleh apa yang dikonsumsi sehari-hari.
Para ahli menemukan bahwa beberapa jenis minuman tertentu memiliki dampak negatif pada kesehatan seksual, terutama bagi laki-laki. Bahkan, minuman tersebut dapat berdampak buruk pada kesehatan tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Apa saja minuman tersebut?

Alkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol dengan kadar alkohol di atas 40 persen bisa mengakibatkan kerusakan organ tubuh, seperti kerusakan jaringan lunak pada rongga mulut, pencernaan, dan bahkan berisiko mengalami kerusakan hati (liver).
Minuman beralkohol juga dapat merusak kesehatan seksual, yakni menyebabkan kelainan struktur sperma dan penurunan jumlah sperma. Seorang ilmuwan mengatakan bahwa pria yang mengonsumsi 3-6 kali minuman beralkohol dalam seminggu berisiko mengalami kerusakan hati (liver) serta memiliki jumlah sperma lebih rendah daripada pria yang tidak mengonsumsi minuman beralkohol.

Soda

Bukan rahasia umum jika minuman bersoda dapat merugikan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan. Selain meningkatkan risiko diabetes akibat kadar gulanya yang tinggi, minuman bersoda juga dapat mengakibatkan masalah kesehatan lain seperti, gangguan pencernaan, gigi berlubang, gangguan ginjal, dan bahkan dapat mempengaruhi tingkat kesuburan pria.
Sebuah studi menyebutkan bahwa bahan kandungan bisphenol yang terdapat dalam botol plastik dan kaleng soda bertanggung jawab menurunkan produksi dan kualitas sperma.

Teh Mint

Seperti kita ketahui bersama bahwa teh memiliki banyak manfaat kesehatan bagi orang yang meminumnya. Namun beberapa ahli berpendapat bahwa teh mint memiliki dampak yang kurang menguntungkan bagi kesehatan seksual.
Teh mint dianggap bertanggung jawab terhadap perubahan hormonal dan penurunan kadar testosteron pada pria. Teh mint juga dapat mempengaruhi hormon seks (androgen) pada pria. Androgen adalah hormon seks pria yang mempromosikan perkembangan dan pemeliharaan karakteristik seks pria, termasuk dalam memproduksi testosteron untuk kesuburan pria.

Kopi

Selain memiliki manfaat sehat, mengonsumsi kopi ternyata juga bisa merugikan kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Menurut berbagai studi, mengonsumsi kopi beberapa jam sebelum bercinta dapat meningkatkan libido pria.
Namun, penelitian lain menyebutkan , jika dikonsumsi berlebihan, kopi bisa menurunkan jumlah sperma karena kandungan phytoestrogen yang tinggi dalam kopi. Phytoestrogen diklaim dapat menurunkan produksi sperma pada pria karena melawan hormon seks yang terdapat pada pria sehat.

Entri Populer