Translate

Rabu, 02 Mei 2012

Aktivitas Tidur, Antara Kebutuhan dan Kewajiban

Aktivitas tidur yang selalu diidamkan setiap orang bukan lagi sekedar kebutuhan melainkan kewajiban untuk tampil cantik serta memiliki kualitas hidup lebih sehat.



Setiap wanita sangat memerlukan waktu tidur berkualitas berkualitas guna menjaga vitalitas tubuh serta penampilan agar senantiasa cantik dan awet muda, atau lebih akrab dikenal dengan istilah beauty sleep.
Dilansir Cosmopolitan, sebuah studi di Karolinska Institute Stockholm yang diterbitkan di British Medical Journal membuktikan bawa kualitas tidur amat mempengaruhi vitalitas tubuh serta penampilan.
Dalam penelitiannya, sebanyak 23 pria dan wanita muda difoto dalam dua kondisi berbeda, yaitu dalam kondisi cukup tidur dan dalam kondisi dimana peserta terjaga selama 31 jam alias kurang tidur.
Foto itu kemudian ditampilkan ke hadapan 65 pengamat awam dan hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang tidak tidur dengan waktu cukup nampak kurang menarik dibanding mereka yang cukup tidur.
Profesor of Sleep and Physiology dari Surrey Sllep Research Centre di Inggris, Derk Jan Dijk mengatakan dampak kurang tidur terhadap kecantikan bisa lebih buruk dibandingkan dengan yang nampak dalam foto-foto tersebut.
Karena, menurutnya, pada saat tidur tubuh memperbaiki serta meregenerasi diri. Alasan inilah yang mendasari mengapa banyak dermatologis menyarankan wanita mengenakan krim perawatan kulit sebelum pergi tidur, agar meminimalkan lingkaran hitam, kantung mata, serta rona kulit pucat.
Gangguan tidur yang sering dialami
Kebutuhan tidur orang dewasa sekitar 7-8 jam per hari. Akan tetapi beberapa orang mungkin Anda pun salah satunya seringkali sulit memenuhi kebutuhan tersebut. Entah sekedar kebiasaan buruk atau tanpa disadari Anda mengalami sleep disoder?
Sementara Prof Derk-Jan menjelaskan, sleep disoder bisa disebabkan karena dua hal, pertama, durasi tidur yang terlalu pendek, dimana problem ini banyak disebabkan oleh psychophysiological insomnia, gangguan jam biologis atau sindrom tungkai gelisah.
Kondisi ini cenderung diderita oleh kalangan usia dewasa muda dengan tipe delayed sleep phase akibat ketidaktahuan jam biologis kerjanya sendiri. Psychophysiological insomnia juga kerap ditemui, dimana penderitanya sering mengeluhkan kesulitan tidur meski sudah mengantuk.
Kedua, buruknya kualitas tidur. Problem ini banyak diderita oleh pendengkur atau sleep apnea, sempitnya saluran napas pada saat tidur.
Menurut, Dr Andreas Prasadja RPSGT, Praktisi Kesehatan Tidur RS Mitra Kemayoran, mengungkapkan di Indonesia penderita gangguan tidur akibat kualitas tidur yang buruk kurang mendapat perhatian.
"Mereka tak pernah mengeluh kesulitan tidur. Namun yang menjadi keluhan adalah terus mengantuk meski durasi tidur sudah cukup. Dampaknya terlihat pada penampilan seperti kusam tak bercahaya serta ekspresi yang tak cerah," ungkar Andreas.
Memang tak dapat dipungkiri bahwa kualitas tidur sangay dipengaruhi oleh gaya hidup, tetapi sebaliknya, kualitas tidur pun sangat mempengaruhi hidup kita.
Banyak orang yang masih belum menyadari bahwa beauty sleep sama pentingnya dengan diet sehat dan olahraga bagi kesehatan maupun kecantikan kita.

[Kanker Limfoma] Tanpa Gejala, Cepat Menyebar dan Ancam Jiwa

Kanker getah bening atau limfoma merupakan kanker yang tumbuh akibat mutasi sel limfosit (sejenis sel darah putih) yang sebelumnya normal. Seperti halnya limfosit normal, limfosit ganas dapat tumbuh pada berbagai organ dalam tubuh, termasuk kelenjar getah bening, limpa, sumsum tulang, darah, ataupun organ lain.



Dilansir dari buku Paduan Kesehatan KeluargaDr Mirriam Stoppard menjelaskan bahwa seringkali penderitanya tidak menunjukkan gejala khas, hanya memiliki semacam benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening pada leher dan tidak terasa sakit apabila ditekan.

Sistem limfatik merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh yang mengalir ke seluruh tubuh dan berguna untuk melawan virus, bakteri, dan jamur, yang dapat mengakibatkan timbulnya infeksi dalam tubuh seseorang.

Ada dua jenis limfoma, yaitu Limfoma Hodgkin dan Limfoma Non-Hodgkin (LNH). Tetapi yang paling banyak ditemukan adalah LNH. LNH merupakan keganasan yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan sel kelenjar getah bening secara tidak terkontrol.

Sebagaimana kanker yang lain, kanker Limfoma Non-Hodgkin pun dapat sembuh total jika diatasi dini.

"Limfoma Non-Hodgkin dapat disembuhkan. Semakin cepat Anda berobat, semakin besar peluang Anda untuk sembuh!" jelas Stoppard.

Para ilmuwan tidak tahu persis apa yang menyebabkan limfoma, tetapi telah mengidentifikasi beberapa faktor risiko potensial, yaitu genetika (yang diwariskan anggota keluarga) dan karsinogen seperti sering terpapar pestisida tertentu, herbisida dan pelarut seperti benzena, beberapa pewarna rambut dan radikal bebas.

Kenali gejala dan pencegahannya

Salah satu tanda-tanda lymphoma yang mungkin segera dapat kita temui adalah timbulnya benjolan yang bukan hanya terdapat di ketiak namun juga di leher dan pangkal paha. Namun pembengkakan Glossary Link kelenjar getah bening bukanlah spesifik menunjuk kepada lymphoma.

Tak hanya itu, berkurangnya berat badan secara drastis, rasa letih dan kehilangan nafsu makan , dan berkeringat banyak pada malam hari merupakan beberapa hal dan kondisi yang bisa menyebabkan benjolan atau kelenjar getah bening yang membesar.

Sementara itu, jika limfoma tampaknya akan tumbuh lambat, dokter mungkin menyarankan pendekatan menunggu dan melihat perkembangan sebelum memutuskan rencana pengobatan. Dalam kasus ini terapi kanker terkadang dapat ditunda minimal satu tahun.

Dalam kebanyakan kasus limfoma Hodgkin dan non-Hodgkins, pilihan pengobatan adalah kemoterapi, radiasi dan beberapa membutukan transplantasi sel induk.

Entri Populer