Translate

Rabu, 02 Mei 2012

MENUNGGU TUHAN DATANG

Pada suatu hari, Tuhan berjanji akan mengunjungi rumah seorang ibu. Ibu itu sangat bangga dan gembira. Ia mempersiapkan segalanya agar pantas menyambut Tuhan. Pekarangan rumahnya disapu dan perabot-perabotnya dibersihkan dan diatur sehingga tampak bersih dan indah. Setelah beres segalanya, ia duduk dan menunggu kedatangan Tuhan.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Ibu itu bergegas membukanya. Ternyata seorang pengemis berdiri di depan pintu. “Oh, jangan hari ini. Jangan menggangguku. Aku sedang menunggu Tuhan yang akan mengunjungiku!” Ia mengusir pengemis dan menutup pintu.

Beberapa saat kemudian, terdengar ketukan pintu lagi. Ibu itu segera membuka pintu rumahnya. Tetapi siapa yang dijumpainya? Hanya seorang tua miskin yang minta bantuan, “Maaf, saya tidak bisa menolongmu hari ini. Saya sedang menunggu Tuhan!” sahut Ibu itu sambil menutup pintu dengan keras.

Baru saja tertutup, pintu sudah diketuk lagi. Sekali lagi, ibu itu membukakannya. Seorang pengemis yang berpakaian compang-camping dan tampak kelaparan meminta makan dan tempat untuk meletakkan tubuhnya yang lelah. “Oh, tidak bisa. Saya sedang menunggu Tuhan. Saya tidak bisa memberikan roti dan tempat kepadamu!” Pengemis itu pergi. Ibu itu menunggu Tuhan lagi.

Berjam-jam lewat dan senja pun tiba. Belum juga ada tanda-tanda kehadiran Tuhan. Ibu tadi menjadi gelisah dan bertanya kepada dirinya sendiri, “Di manakah Tuhan yang berjanji akan mengunjungiku?”

Akhirnya, ia tertidur dan bermimpi. Tuhan mendatanginya dan berkata, “Aku sudah mendatangimu tiga kali dan tiga kali pula Aku kau tolak!”

Setiap orang yang mendengar cerita ini tidak lagi mengusir sesamanya yang minta bantuan. Mereka tidak ingin mengusir Tuhan Yang Maha Baik dari rumah mereka. GBU

Selasa, 01 Mei 2012

Ilmuwan Temukan Cara Hidup Abadi

London – Para ilmuwan berhasil menemukan ‘saklar’ genetik yang menentukan seberapa cepat manusia menua. Terobosan ini menghantarkan pada obat yang memperlambat penuaan. Ingin tahu?
Ilmuwan berhasil menemukan empat gen ‘Father Time’ yang menentukan seberapa cepat manusia menua serta bagian mana yang mengendalikannya. Gen ini menyala dan mati berdasarkan faktor lingkungan dan gaya hidup atau memang sudah deprogram sejak awal.
Peneliti yakin, mengetahui cara kerja gen ini akan membawa pada obat anti penuaan generasi baru.
“Kami menemukan, perubahan epigenetic berkaitan dengan sifat usia. Menggunakan pengetahuan yang kami dapat, kami bisa lebih memahami mekanisme biologis,” kata Dr Jordana Bell dari King’s College London.
Di sisi lain seperti dilaporkan DM, direktur kampus itu, profesor Tim Spector mengatakan, hasil studi ini memberi pandangan pertama potensi untuk mencari gen terkait penuaan dan cara memodifikasinya untuk mulai menciptakan terapi anti penuaan.
Kita tunggu saja.

Entri Populer